Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Bahaya Sikap Sombong dan Senioritas

| Jumat, 08 November 2013
Baca selengkapnya »
Doa dan harap kita kepada Allah swt, semoga kita selalu diberikan curahan rahmat dan inayah-Nya serta kesabaran dalam menapaki jalan dakwah yang begitu panjang dan penuh dengan berbagai rintangan dan hambatan, hanya ridha-Nya yang senantiasa kita harapkan selama kita juga ridha dengan kewajiban dakwah ini, tulus ikhlas dalam menjalankannya, senang terhadap tugas-tugas yang kita emban.

Allah memberikan kepercayaan kepada kita untuk meneruskan risalah para nabi, khususnya misi dan ajaran Nabi Muhammad saw. Suatu penghargaan besar dari Allah swt yang telah mentakdirkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang dapat berhimpun dalam gerakan dakwah; sebab jika kita hormati penghargaan Ilahi ini, kita respon positif amanat tersebut, insya Allah, hasil dan dampaknya tak akan sia-sia, kemuliaan dunia akhirat akan diberikan sesuai dengan janji Allah swt :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32) وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (33)

Sesungguhnya yang berikrar Robb kami adalah Allah, kemudian beristiqamah, niscaya para Malaikat turun (membawa berita), jangan kalian merasa takut dan sedih, bergembiralah dengan syurga yang dijanjikan. Kami adalah pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat kelak, di sana bagi kalian apa yang diinginkan dan yang diminta. Yang diturunkan dari Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Siapakah yang lebih baik perkataannya dari orang yang berdakwah ke jalan Allah dan beramal shalih serta berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (Q.S. Fushilat:30-33)

Bahaya Sikap Sombong dan Senioritas

Posted by : Unknown on :Jumat, 08 November 2013 With 0komentar

Renungan Surat Ash-Shaff Bagi Aktivis Dakwah

| Kamis, 07 November 2013
Baca selengkapnya »

As-Shaff yang bermakna barisan adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang patut menjadi bahan renungan bagi para da’i. Surat ini merupakan Ma’alim fii at-Thoriiq (petunjuk jalan) bagi aktivis dakwah. Surat ini walaupun pendek tetapi mencakup semua yang dibutuhkan para da’i dari aqidah, akhlak, sejarah, ukhuwah, obyek dakwah, sampai pada puncak ajaran Islam, yaitu Jihad di jalan Allah. Sehingga para kader wajib menghafalnya, mentadaburinya secara berulang-ulang dan mengamalkannya dalam aktivitas dakwah mereka.

Nama surat biasanya menjadi tema sentral dari substansi surat tersebut, demikian juga surat As-Shaff. Shaff adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan dalam dakwah, jihad dan pergerakan Islam. Bahkan kesatuan shaff adalah persyaratan mutlak bagi kemenangan pergerakan dan dakwah Islam. Tanpa adanya kesatuan shaff, maka akan menimbulkan dampak langsung bagi kekalahan dan kegagalan dakwah dan perjuangan. Kisah perang Uhud merupakan salah satu bukti dari kekalahan perang disebabkan shaff yang berantakan, padahal sebelumnya sudah berada diambang kemenangan.

Renungan Surat Ash-Shaff Bagi Aktivis Dakwah

Posted by : Unknown on :Kamis, 07 November 2013 With 0komentar

Tiga Ayat Yang Mengubah Pemuda

|
Baca selengkapnya »
وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (Al-Muzammil: 10)

…وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ…

“…dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (An-Nahl: 125)

…أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Ilustrasi. (billax.deviantart.com)
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…” (Al-Baqarah: 187)

Tiga ayat sakti yang membuat kita bergetar jika mentadabburinya. Yah, 3 kata ini yang paling pas untuk menggambarkan kondisi pemuda zaman sekarang. Tepatlah janji Allah SWT yang ter maktub dalam kitab-Nya; “Inna ma’al ‘usri yusrao” “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Allah SWT menurunkan lafazh kesusahan dengan isim ma’rifah (nama yang diketahui -penulis). Kenapa Allah SWT menurunkan kata kesusahan dengan isim ma’rifah? Tidak lain adalah untuk menunjukkan kepada seluruh umat manusia -terutama kepada pemuda- bahwa kesulitan yang Allah SWT berikan itu diketahui, Ma’rifah.

Tiga Ayat Yang Mengubah Pemuda

Posted by : Unknown on : With 0komentar

AMALAN RINGAN YANG BESAR PAHALANYA

|
Baca selengkapnya »
Oleh: Ammi Nur Baits

Alhamdulillah washshalatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Kaum muslilmin yang dirahmati Allah, diantara yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kita adalah rutin mengamalkan amalan shalih meskipun amalan itu sedikit dan ringan, atau bahkan dipandang remeh oleh sebagian orang. Namun ternyata tanpa kita sangka, ternyata amalan tersebut mengandung pahala yang besar.

Berikut adalah beberapa amalan yang mudah dan ringan untuk dilakukan, namun besar pahalanya, berdasarkan hadits yang shahih:

Pertama, membaca : subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat ditimbangan: (yaitu bacaan) subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahil ‘adzim [Mahasuci Allah dan dengan memujiNya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung]”(HR. Al Bukhari) 

Kedua, wudhu dengan sempurna dan membaca do’a, sebagaimana hadits berikut:

AMALAN RINGAN YANG BESAR PAHALANYA

Posted by : Unknown on : With 0komentar

SYARAT-SYARAT HIJAB SYAR’I

| Selasa, 05 November 2013
Baca selengkapnya »
Adapun syarat-syarat hijab syar’i adalah:

1-Hendaklah hijab/jilbab menutup seluruh badan. Allah berfirman:

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh badan mereka” (QS. Al Ahzab: 59).

Jilbab adalah pakaian panjang yang menutup seluruh badan (dari kepala hingga mata kaki), artinya dengan mengulurkan keseluruh badan yang merupakan aurat wanita. jadi jilbab yang syar’i adalah yang menutup seluruh badan wanita.


SYARAT-SYARAT HIJAB SYAR’I

Posted by : Unknown on :Selasa, 05 November 2013 With 0komentar

Semua Orang Mendapat Hidayah

|
Baca selengkapnya »
Banyak orang mempunyai keinginan dan niat untuk berbuat kebaikan, misalnya melaksanakan ibadah haji, atau mulai memakai busana muslimah, tapi menunda-nunda dalam melaksanakannya. Alasan mereka adalah karena belum mendapat hidayah. Apakah benar mereka menunggu-nunggu hidayah, atau sedang terjebak dalam perangkap setan? Dari sinilah kita yakin bahwa memahami makna sebuah istilah Arab, apalagi Al-Qur’an, dengan benar sangatlah penting. Berpengaruh besar dalam benar-salahnya sikap dan perbuatan kita.
Ilustrasi. (inet)[Petunjuk]

Dalam Al-Qur’an, hidayah bisa bermakna petunjuk yang diberikan Allah swt. dengan cara mengutus para rasul dengan kitab-kitab suci. Hidayah ini bersifat penjelasan, sehingga orang yang mendapatkan hidayah ini bisa mengetahui dan membedakan antara kebaikan dan keburukan; apa yang bermanfaat baginya dan apa yang membahayakannya; jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Hidayah ini terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah; diberikan oleh para nabi dan para da’i.

Semua orang yang sudah mengetahui dan meyakini bahwa ibadah haji adalah wajib, harus segera melaksanakannya. Dengan begitu, dia telah menyambut hidayah. Kalau menunda-nunda atau bahkan tidak melaksanakannya, dia telah menolak hidayah. Ibarat orang itu adalah seperti seorang dokter yang senang merokok; mengetahui bahwa merokok berbahaya bagi kesehatannya, tapi tetap mengkonsumsinya. Seperti orang yang dengan sengaja menjerumuskan dirinya ke dalam neraka.

Semua Orang Mendapat Hidayah

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Saatnya Hijrah: Renungan Tahun Baru Islam 1435 H

| Senin, 04 November 2013
Baca selengkapnya »
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS Al-Anfal: 72-75)

Saatnya Hijrah: Renungan Tahun Baru Islam 1435 H

Posted by : Unknown on :Senin, 04 November 2013 With 0komentar

Fadhilah Shaum Bulan Muharram

|
Baca selengkapnya »
Dalam Islam ada empat Bulan yang dimuliakan oleh Allah swt. Yaitu, Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab. Di bulan-bulan ini umat manusia dihimbau untuk tidak melaksanakan pertumpahan darah. Dan bagi umat Islam, bulan-bulan ini dianjurkan untuk meningkatkan taqarrub ilallah.

Allah swt berfirman : ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.“ At Taubah : 36

Rasulullah SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk melaksanakan shaum ‘Assyuraa (shaum hari kesepuluh) dari bulan Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya atau sesudahnya. Puasa sehari sebelumnya dinamakan Tasu’a, berasal dari kata tis’ah yang artinya sembilan. Karena puasa itu dilakukan pada tanggal 9 bulan Muharram.

Fadhilah Shaum Bulan Muharram

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Bulan Muharram: Keutamaan, Legenda, Mitos, dan Bid’ah di Dalamnya

|
Baca selengkapnya »

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ إمَامِ المتقينَ وقائدِ المجاهدينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ 
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ  {أما بعد

 
Alhamdulillah, kita memasuki bulan Muharram 1433 H, yang berarti mengawali tahun baru 1433 H dan meninggalkan tahun 1432 H. Kita bersyukur kepada Allah Ta’ala atas kesempatan hidup yang masih diberikan kepada kita. Semoga kita dapat melaksanakan risalah ibadah secara ikhlas dan benar. Dan semoga kita serta seluruh umat Islam di tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi dari tahun ini.

[Keutamaan Bulan Muharram]

Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman:

Jilbab Hati atau Jilbab Aurat Dulu?

| Sabtu, 02 November 2013
Baca selengkapnya »


 “Yang penting hatinya berjilbab dulu…baru memakai jilbab beneran”.

“Saya belum berani berjilbab … belum pantas”.
“Sebenarnya sudah pingin sekali berjilbab, Mbak … tapi aku masih seperti ini. Pantaskah?”

Kita mungkin pernah mendengar ungkapan–ungkapan demikian atau yang sejenis. Kemarin, sahabat saya sendiri pun mengatakan hal serupa. Pertanyaan baliknya, “Jika merasa belum pantas mengenakan jilbab, apakah tidak berjilbab akan lebih pantas?”

Merasa diri masih banyak kekurangan, sah–sah saja. Memang lebih baik demikian daripada merasa diri sudah numero uno, sudah good enough sehingga tidak perlu memperbaiki segala yang masih perlu direnovasi. 

Kewajiban kita adalah introspeksi diri agar kita tidak termasuk orang–orang yang merugi karena hari ini tidak lebih baik dari kemarin. Tapi untuk urusan berjilbab, ceritanya lain.

Jilbab Hati atau Jilbab Aurat Dulu?

Posted by : Unknown on :Sabtu, 02 November 2013 With 0komentar

Sholatku…….Mengapa Sering Masbuq ??

| Jumat, 01 November 2013
Baca selengkapnya »




Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Sholatku…….Mengapa Sering Masbuq ??

Posted by : Unknown on :Jumat, 01 November 2013 With 0komentar

SEHARUSNYA KITA SELALU MENANGIS

| Kamis, 04 Juli 2013
Baca selengkapnya »


Pernahkah Anda menangis -dalam keadaan sendirian- karena takut siksa Allâh Ta’ala? Ketahuilah, sesungguhnya hal itu merupakan jaminan selamat dari neraka. Menangis karena takut kepada Allâh Ta’ala akan mendorong seorang hamba untuk selalu istiqâmah di jalan-Nya, sehingga akan menjadi perisai dari api neraka. Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda:

 “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allâh sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan Allâh tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam”.( HR. AT-TIRMIDZI,  AN-NAS‘, AHMAD ,  AL-HÂKIM)

SEHARUSNYA KITA SELALU MENANGIS

Posted by : Unknown on :Kamis, 04 Juli 2013 With 0komentar

Kalau Bisa Terus Menerus, Mengapa Harus Tergesa-gesa ??

| Rabu, 26 Juni 2013
Baca selengkapnya »
Ada dua hal yang sering terlupakan oleh kaum muslimin pada umumnya dalam masalah berdo’a, yaitu tergesa-gesa dalam meminta pengabulan do’a dan tidak terus menerus dalam berdo’a. padahal hal ini merupakan dua hal dari sekian banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang abdullah (hamba Allah) ketika ia berdo’a. Untuk itulah kami sedikit kupas masalah ini sekadar kemampuan dan ilmu yang ada pada kami.
Pertama, tergesa-gesa dalam do’a, Imam Al Muhaqqiq Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rohmatullah ‘alaihi rahmatan wasi’an- mengatakan dalam kitabnya Ad Daa’u wad Dawaa’u[1],

Kalau Bisa Terus Menerus, Mengapa Harus Tergesa-gesa ??

Posted by : Unknown on :Rabu, 26 Juni 2013 With 0komentar

Haramkah Pacaran Itu ??

| Senin, 24 Juni 2013
Baca selengkapnya »


Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi yang tidak pernah pakai dasi, Nabi yang tidak tidak pernah naik taksi apalagi makan terasi siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim jami’an.

Haramkah Pacaran Itu ??

Posted by : Unknown on :Senin, 24 Juni 2013 With 0komentar
▲Top▲